MASYARAKAT TAK BUTUH WADUK CIBEET


Pemerintah melalui BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) berkeinginan membangun Waduk Cibeet di wilayah cariu yang tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi menjadikan sebuah pertanyaan dari berbagai kalangan khususnya dari komunitas lingkungan, ada apa dengan ini semua? Ada satu kejanggalan dengan akan dibangunnya Waduk Cibeet mengingat bendungan yang ada saja yaitu Bendung Cibeet Kaligandu dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan dengan baik bahkan wilayah tampungan air dijadikan kolam pemancingan dan pemukiman oleh oknum masyarakat dan itu dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah.

Program Pembangunan Waduk Cibeet yang akan dilakukan Pemerintah bukan memberikan solusi namun akan menciptakan permasalahan baru, dilain sisi menurut hasil analisa tim Pepeling Karawang Waduk Cibeet merupakan program kepentingan untuk mencukupi kebutuhan air untuk kawasan industri dan wilayah kota baru yang diwacanakan oleh pemerintah walau progres tersebut disembunyikan oleh Pemerintah, cibeet adalah sungai alam yang secara kontur wilayah memiliki karakteristik yang unik dimana aliran sungai cibeet merupakan sungai purba yang sulit terkendali airnya jika mengalami peningkatan dan penurunan, dilain sisi ada nilai historis yang tersirat yang ada di sungai cibeet.

Sungai Cibeet saat ini tidak membutuhkan bendungan lagi, sungai cibeet membutuhkan membutuhkan penanganan dan penataan kembali fungsi serapan air yang selama sudah terkikis oleh sebuah kepentingan, program apapun yang dilakukan akan menjadi bias jika alam yang berada dihulu sungai cibeet dibiarkan hancur sehingga mengakibatkan fungsi serapan air tidak berfungsi yang mengakibatkan air tidak terserap sehingga mengakibatkan air langsung jatuh ke sungai, hal ini yang seharusnya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah untuk mengevaluasi lagi rencana membangun Waduk Cibeet.

Jika ditinjau dengan baik disebelah selatan Jonggol, ditemukan lipatan seret yang ukurannya relatif besar. Sayap utaranya memiliki kemiringan yang mendekati vertikal yaitu 80°. Walaupun jalur sesar ini secara morfologi tidak memperlihatkan adanya kelurusan perbukitan namun di sebagian aliran sungai utamanya dijumpai kelokan dan cabang anak sungai yang sejajar dengan jalur sesar tersebut, seperti yang dijumpai di Sungai Cileungsi, Sungai Cipamingkis dan Sungai Cibeet, maka dari itu pentingnya melihat nilai yang akan terjadi dari dibangunnya Waduk Cibeet.

Menurut Sekda Jabar Iwa Karniwa menjelaskan pembangunan Waduk Cibeet adalah upaya untuk mengatasi banjir di Karawang khususnya di Telukjambe. Berdasarkan data yang dimilikinya volume banjir yang kerap menerjang wilayah tersebut mencapai 1.200 meter kubik, sebuah pernyataan yang ketahuan tidak tau akar permasalahan yang sebenarnya, penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Telukjambe Barat karena adanya penurunan permukaan tanah (Land Subsidence) sehingga wilayah yang terdampak bajir merupakan wilayah yang jauh dari bantaran sungai cibeet sementara yang berada dibantaran sungai tidak separah dampaknya seperti yang dialami Desa Karangligar sementara jarak dari Desa Karangligar 1,5 km ke sungai Cibeet.

Pernyataan Sekda Jabar bahwa Waduk Cibeet berfungsi menjadi sumber air baku PDAM dan industri. Air Waduk Cibeet dapat mengairi lahan persawahan seluas 1.900 hektare, itu pernyataan retorika tanpa analisa dimana saat ini sawah sudah banyak alih fungsi tergantikan oleh oleh perumahan dan industri dan jika untuk kebutuhan PDAM dan Industri memang sudah diduga karena memang itu tujuan utamanya bukan menyelesaikan permasalahan banjir, tim Pepeling Karawang berharap jika berbicara bukan hanya dibelakang meja namun lihatlah fakta dan realita dilapangan, Waduk Cibeet bukan akan memberi solusi namun akan menimbulkan permasalahan baru terutama untuk wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika memang akan bijak dalam menentukan arah pembangunan lebih baik memperbaiki fungsi serapan air dibandingkan dengan membangun Waduk Cibeet, cepatnya luapan air di Sungai Cibeet diakibatkan oleh sudah rusaknya fungsi serapan air diwilayah hulu sungai cibeet, hal ini seharusnya yang disikapi bukan menyikapinya pembangunan berbasis proyek yang akan menimbulkan keresahan baru dan memicu terjadinya bencana dengan di bangunnya Waduk Cibeet, gerakan masyarakat dalam penolakan Waduk Cibeet terus bergulir karena mereka tidak mau nasibnya seperti di Jati Gede, dimana fungsi dan manfaat dari bendungan Jati Gede bukan semata untuk kepentingan masyarakat namun untuk sebuah kepentingan proyek belaka.

#selamatkan_masyarakat_dari_kepentingan
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment