KARAWANG PANGKAL PERJUANGAN


Kabupaten Karawang yang disebut juga sebagai Kota Pangkal Perjuangan pastinya memiliki catatan sejarah luar biasa, memaknai penamaan Pangkal Perjuangan bukan hanya sebatas pada catatan sejarah penculikan Presiden Soekarno ke Rengas Dengklok namun jika ditelaan lebih jauh banyak hal yang belum terungkap dari apa yang tersimpan dalam tanah Karawang selama ini, Dalam perjalanan kehidupan pastinya sejarah akan memiliki perjalanannya dalam setiap fasenya, apabila melihat apa yang ada dan yang ditemukan di tanah Karawang banyak hal yang belum terungkap tentang Karawang seutuhnya, jika dilihat secara arti kata Pangkal adalah bagian permulaan atau bagian yang dianggap sebagai dasar atau awal, permulaan, asal, sementara Perjuangan adalah adalah usaha dan kerja keras dalam meraih hal baik itu dalam kehidupan maupun untuk meraih kemerdekaan.

Pangkal Perjuangan Karawang merupakan awal atau permulaan dari sebuah perjalanan kehidupan yang selama ini ada, jika mendengar ungkapan para orang tua terdahulu ada sebuah ungkapan bahwa karawang merupakan awal dan akhir "walawallu walakhiru" dimana sampai saat ini belum ada penafsiran tersurat yang menjelaskannya, namun jika melihat hasil perjalanan penelusuran di alam Karawang dimana banyak kejanggalan yang secara logika dan akal bagi yang mau berpikir ditambah dengan banyaknya ditemukan temuan-temuan akan kehidupan masa lalu sedikitnya memberikan pencerahan akan makna Pangkal Perjuangan yang sesungguhnya yang selama ini hanya mengarah pada fase perjuangan kemerdekaan.

Pangkal Perjuangan Karawang berdasar analisa kajian Pepeling ada beberapa garis dalam sebuah perjalanannya, dimana Pangkal Perjuangan di fase kemerdekaan, Pangkal Perjuangan difase penyebaran islam, Pangkal Perjuangan difase sistem pemerintahan kerajaan, Pangkal Perjuangan kehidupan awal pasca bencana dahsyat, dan Pangkal Perjuangan peradaban modern dunia, serta Pangkal Perjuangan dalam fase kehidupan awal manusia, namun semuanya pasti akan dianggap sebuah cerita dongeng belaka mengingat daya dukung yang ada hampir sirna digerus kemajuan dan sebuah kepentingan, disisi lain pasti akan ada sedikitnya bukti yang bisa dijadikan rujukan yang mengarah pada data sesungguhnya, meramu dan mengumpulkan data hal-hal tentang Karawang bisa dilakukan dari berbagai sumber selanjutnya melangkah untuk mendapatkan data faktual mengingat semua masih ada dan tersimpan di alam Karawang.

Karawang Pangkal Perjuangan fase Kemerdekaan dimana Rengas Dengklok tempat diskusi dan perencanaan Kemerdekaan RI yang dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, para tokoh pemuda membawa Ir. Soekarno dan mendesak agar pendeklarasian Kemerdekaan bisa diselenggarakan, disisi lain adanya nilai perjuangan pada masa transisi kemerdekaan pada saat pemerintahan sementara di Pindah ke Yogyakarta, terjadi gerakan masif dari masyarakat yang terjadi di wilayah selatan Karawang yaitu pegerakan DI/TII (Saksi hidup dan pelaku sejarah masih ada) permasalahan perbedaan pandangan yang dikemas dipolitisasi dengan berujung perpecahan antar saudara sebangsa, banyak gerakan perjuangan diawal pendeklarasian yang tidak muncul ke permukaan sehingga menutup nilai Pangkal Perjuangan sesungguhnya.

Jika membahas tentang Ajaran Islam pastinya tidak akan lepas dari seorang sosok Sech Qurrotulain atau sech Hasanudin yang saat ini lebih dikenal Sech Quro, beliau adalah tokoh mempuni yang mengawali penyebaran agama islam tanah nusantara ini, perjuangan Sech Quro pangkal dari sebuah perjuangan dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman sebelum dilanjutkan oleh para wali atau sunan, nilai keislaman yang disampaikan murni tanpa embel-embel politik praktis seperti saat ini, dimana ulama atau tokoh agama menempatkan posisinya sebagai pigur yang benar-benar nilai kebenaran mutlak, islam yang rahmatan lilallamin dimana selalu menerapkan tiga aspek dalam menjalani syareat hidup yaitu hablumminalloh, hablumminnanas dan hablumminalalam.

Kabupaten Karawang yang sebelumnya meliputi wilayah Bekasi, Purwakarta, Subang dan Bogor timur dan Cianjur utara ini berada dalam satu ikatan paksi panca tengah yang merupakan pangkal dari peradaban modern dan pangkal dari kehidupan awal di bumi ini, istilah bumi lemah sagandu atau wilayah yang pengisinya sudah memiliki rasa dan budi pekerti sebagai awal dari lahirnya silih asah silih asih dan silih asuh yang kemudian muncul satu sistem pengelolaan rakyat dengan konsep Pajajaran dimana didalamnya sejajar dalam pengelolaan wilayah pemerintahan, satu jajar dalam pemahaman kepercayaan, sehingga tidak adanya sebuah kesenjangan sosial yang memicu konflik sosial seperti yang saat ini terjadi dimana-mana yang diakibatkan oleh sebuah konsep pemahaman hidup tidak relevan dengan konsep pembangunan.

Merujuk pada data yang ditemukan di wilayah Kabupaten Karawang, banyak hal yang ditemukan diluar nalar dan logika jaman sekarang, indikasi tersebut memperkuat akan sebuah peradaban awal kehidupan pasca bencana, dimana manusia harus mengawali kehidupan baru dengan segala keterbatasan yang dimiliki, kehidupan baru akan masa lalu dimana manusia kembali ke pangkal setelah mencapai peradaban puncak dibumi, kehidupan silih berganti seperti halnya manusia yang memiliki batas hidup sehingga akan sulit mengetahui kejadian secara persis atas apa yang telah terjadi di alam ini, Pangkal Perjuangan kehidupan dimana mengawali kehidupan begitu sulit mengingat untuk trauma akan selamat dari bencana saja sudah mengubur ingatan dan harus memikirkan bertahan hidup dikehidupan baru.

Membahas tentang Karawang memang tidak akan ada habisnya, fase demi fase kehidupan yang pernah ada dibumi ini pada akhirnya akan berujung di Karawang dimana salah satunya kebesaran peradaban Sunda masa lalu yang kini hanya disisakan dengan sebutan suku sunda oleh pemerintahan negeri ini, Pangkal Perjuangan merupakan simbol luar biasa untuk dimaknai dan digali lebih seksama mengingat keterbatasan info dan referensi sehingga mata rantai sejarah akan Karawang terputus, "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". (QS. 17:16) jadi jangan heran kalau ada awal kehidupan dan akhir kehidupan karena semua sudah jelas tertulis dalam al-quran, tinggal bagaimana kita memaknai dan meyakininya.

Ayat pertama “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (Surat An-Nahl:15), ayat kedua Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (QS. Al Anbiya: 31) menelaah kedua ayat diatas dimana yang akan menjadi petunjuk untuk menguak tabir adalah alam dan sungai serta seluruh komponen bumi, semua rahasia yang sebenarnya tersimpan dalam alam ini begitu pun dengan tabir Karawang yang seutuhnya bisa digali dialam Karawang ini. 

Pangkal Perjuangan merupakan penjabaran dari diri manusia karena jika ditelaah dengan seksama yang menjadi pangkal dari semua pangkal ada pada diri manusia, dan yang melakukan perjuangan dalam hidup di kehidupan ini adalah diri, maka Pangkal Perjuangan merupakan niat diri untuk memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan sesuai dengan ketentuan hidup, memaknai sebuah nama membutuhkan sebuah pemikiran untuk membuka makna sesungguhnya untuk sebuah perjalanan yang ada nilai manfaat, Karawang dengan julukan Pangkal Perjuangan adalah hakekat awal untuk diri dimana Karawang merupakan kiasan awal dan akhir dalam catatan kehidupan.

#selamatkan_alam_karawang
#pepeling_karawang

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment