GUNUNG PADANG


"Caang Padang Narawangan, Poe panjang, Nagara tunjung sampurna", kalimat dalam bahasa sunda yang sederhana namun penuh makna, Padang yang memiliki arti tanah datar yang luas dan berumput, kata padang merupakan ejaan Bahasa Indonesia serapan dari bahasa sunda lawas, Gunung Padang merupakan gundukan tanah perbukitan yang di kelilingi perbukitan dan pegunungan lainnya seperti sebelah barat Gunung Karuhun, sebelah timur pasir malang dan pasir keramat, sebelah utara pasir pogor dan gunung batu, sebelah selatan pasir emped, jika melihat tofografi wilayah gunung padang merupakan komplek sebuah peradaban besar di masa lalu seperti area pegunungan Sanggabuana, jika melihat struktur batuan gunung Padang menggambarkan sebuah bangunan seperti struktur candi borobudur dan prambanan namun lebih tua dan lebih terukur, akan sulit membentuk dan menata seperti aslinya menngingat reruntuhannya sudah tidak beraturan namun masih banyak tanda sebagai petunjuk untuk menyingkronkan antara batuan yang satu dengan batuan yang lainnya.

Gunung Padang yang memiliki kesamaan nama dengan Kota Padang Sumatra Barat, nama nama padang diambil dari istilah alam padang narawangan dimana alam panjang yang sulit dibayangkan, sebuah bangunan masa lalu yang sudah menjadi gunungan tanah perbukitan, sulit dibayangkan kapan kehidupan itu berlangsung sementara hasil telaah para ahli pun baru diperkirakan atau diduga, namun dari hal tersebut saja sudah memberikan gambaran akan sebuah kehidupan masa lalu yang luar biasa di negeri ini, sebuah kekayaan sejarah luar biasa yang seharusnya menjadi kebanggaan untuk generasi sekarang dimana kita memiliki peninggalan leluhur yang begitu luar biasa, sayang pemerintah lebih bangga tanah air dikeruk dibandingkan dengan mempertahankan kekayaan nilai sejarah masa lalu yang ada dialam negeri ini, hampir diseluruh pelosok negeri menyimpan kekayaan sejarah masa lalu, namun sayang sebagian harus dikubur oleh waduk dan coran yang mengatasnamakan kepentingan rakyat dan kepentingan investasi.

Gunung Padang adalah sebuah pilosofis dengan makna yang begitu luar biasa, padang mengkiaskan keluasan berfikir, melihat, merasakan atas apa yang ada dalam kehidupan, gunung dengan pemahaman yang identik menggambarkan ketinggian, Gunung Padang memberikan pandangan akan nilai-nilai dimana jika manusia mau terus belajar baik dari yang tersirat dan yang tersurat maka akan mencapai tingkat ketinggian berfikir sehingga mampu membuka hamparan nilai yang hilang seperti nilai sejarah dan kepurbakalaan, nilai kehidupan (lalu, sekarang dan akan datang) yang nampak saat ini dan menjadi kebanggaan bangsa dan negara ini, telaah akan Gunung Padang sangatlah panjang, jika melihat secara geografis apa hubungannya gunung "Padang" Cianjur Jawa Barat dengan kota "Padang" Sumatra, dan dangan kata " Padang" panjang narawangan dalam bahasa Sunda, sebuah paradox misteri yang memiliki benang merah kehidupan masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Panjangnya kehidupan dan pendeknya umur manusia merupakan sekat sehingga banyak hal yang terputus sehingga muncul ijma dan kias dari buah pikir manusia, keterbatasan pengetahuan itulah yang mengakibatkan terputusnya mata rantai yang sebenarnya, maka dilengkapi dengan tiga kewajiban manusia untuk menyempurnakan hidup yaitu mengamalkan hablumminalloh, hablumninnanas dan hablumminalallam. Gunung Padang memberikan gambaran bahwa pola pandang, bentuk, dan pengetahuan para leluhur kita sudah begitu hebatnya yang mampu membuat struktur bangunan yang luar biasa dan itu merupakan buah karya dan peninggalan masa lalu yang seharusnya menjadi bahan untuk yang hidup sekarang supaya bisa memikirkan kehidupan yang akan datang, peninggalan-peninggalan tersebut tersimpan dialam maka sudah selayaknya manusia bisa menjaga dan melestarikan alam untuk diwariskan pada generasi-generasi selanjutnya.


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment