MONYET PENGHUNI GOA DAYEUH KARAWANG


Monyet Goa Dayeuh Karawang, Pepeling 2018

Goa Dayeuh merupakan salah satu potensi goa batu gamping yang berada di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan, keasrian masih terjaga karena nilai-nilai kearifan lokalnya masih terjaga walau disekitarannya dikelilingi oleh kegiatan penambangan batu gamping ilegal, habitat monyet di Goa Dayeuh lumayan banyak sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi yang berkunjung ke lokasi tersebut, monyet-monyet tersebut hanya dengan bermodal kacang dan pisang akan keluar dari tempat yang rimbun dan berbaur dengan para pengunjung, berwisata melihat lucunya monyet Goa Dayeuh memberi kepuasan tersendiri dan pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan lemparan kacang kepada monyet-monyet yang ada di Goa Dayeuh.

Berdasar info yang didapat dilokasi, jumlah monyet di Goa Dayeuh semakin berkurang, jumlah monyet yang sebelumnya diperkirakan ada 50 ekor lebih semakin menyusut dan diperkirakan yang tersisa 30 ekor, faktor berkurangnya monyet yang berada di Goa Dayeuh dikarenakan aktivitas penambangan batu gamping yang menggunakan bahan peledak dan adanya perburuan liar, sungguh sangat disayangkan monyet-monyet Goa Dayeuh harus kelehilangan hak hidupnya karena keserakahan manusia dan seharusnya pemerintah membuat payung hukum untuk melindungi keberadaan monyet-monyet Goa Dayeuh dengan peraturan yang pasti.

Monyet merupakan mahluk pastinya memiliki rasa takut, jika mendengar dentuman dinamit dari oknum penambang yang ngakunya tradisional pastinya lambat laun mereka akan merasa keamanannya terancam, habitat monyet yang semakin habis di Kabupaten Karawang harusnya dilindungi oleh Pemerintah Daerah supaya habitat monyet bisa terus bertahan dan bagusnya ekosistemnya terus ditambah sebagai upaya untuk melestarikan satwa yang hampir punah karena pembangunan, UU Nomor 5 Tahun 1990Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem sepertinya hanya sebuah aturan tertulis yang hanya dijadikan penghias lemari oleh Pemerintah Kabupaten Karawang tanpa adanya aplikasinya dilapangan.

Monyet diwilayah goa dayeuh yang jumlahnya semakin berkurang pemerintah bahkan mungkin tidak tahu kalau diwilayah goa dayeuh masih banyak satwa, sehingga tidak pernah peduli terhadap satwa tersebut yang saat ini habitatnya berkurang karena adanya perburuan liar dan ledakan dinamit dari pertambangan ilegal batu gamping di kawasan karst Pangkalan yang merupakan wilayah kawasan lindung geologi, monyet-monyet yang berada di goa dayeuh sudah selayaknya mendapat perhatian dari Pemetintah Daerah Kabupaten Karawang karena monyet tersebut merupakan kekayaan hayati dan ekosistem satwa di Kabupaten Karawang, untuk semua itu Pemerintah Kabupaten Karawang harus bertidak dan turun tangan mengingat selama ini Pemerintah Kabupaten Karawang begitu kurang peduli terhadap satwa-satwa yang ada diwilayah Kabupaten Karawang.

Jika melihat kondisi Goa Dayeuh memang sungguh miris, potensi alam yang seharusnya menjadi cagar budaya dan kawasan lindung  geologi kebanggaan Kabupaten Karawang harus tergerus oleh sebuah keserakahan, Goa Dayeh sebagai tempat bersejarah dilantiknya Raden Anom Wirasuta Bupati Karawang yang kedua semakin tergusur karena tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, Goa Dayeuh yang berada di Kawasan Lindung Geologi seharusnya benar-benar dilindungi keberadaannya, jika melihat fakta dilapangan ada yang aneh melihat pertambangan tradisional yang saat ini terjadi, dimana pertambangan tersebut menggunakan bahan peledak, yang jadi pertanyaan dari mana mereka dapatkan bahan peledak tersebut serta instansi mana yang mengeluarkan ijin menggunakan bahan peledak tersebut ? Ledakan-ledakan tersebut yang mengakibatkan rasa takut monyet-monyet yang menghuni goa dayeuh.


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment