KARAWANG JADI ZONA MACET

Kondisi Kemacetan setiap hari di Karawang

Perkembangan pembangunan yang luar biasa pesatnya di Kabupaten Karawang Pemerintah Daerah sampai lupa membuat Kajian Rekayasa Lalu Lintas di Kabupaten Karawang, dan yang terjadi disetiap pagi dan sore hari jam masuk dan pulang kerja selalu terjadi kemacetan, hal ini memang disikapi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dengan melakukan pelebaran ruas jalan dari Gerbang Karawang sampai jembatan Pabrik Es, namun melihat volume kendaraan yang dari tahun ke tahun terus bertambah pelebaran ruas jalan tidak akan menjadi solusi signifikan untuk mengurai kemacetan di jalur jalan Karawang Barat.

Pembangunan industri beberapa kawasan di Kabupaten Karawang salah satunya yang akan menggiring para pendatang memenuhi Kabupaten Karawang, ditambah dengan pusat-pusat keramaian, Hotel, Apartemen dan lainnya seperti Resinda, Galuh Mas, ditambah nanti jika sudah beroprasi Mahogany dan Centraland itu akan mengakibatkan kemacetan yang lebih parah lagi jika tidak dipikirkan dari sekarang solusinya, belum lagi jiga bangunan mewah Pollux Technopolis sudah berdiri sudah tidak terbayang lagi seperti apa kemacetan yang akan terjadi di Kabupaten Karawang khususnya di jalur Karawang Barat.

Melihat jalur Badami Kobak Biru setiap harinya jika jam masuk kerja dan pulang kerja jumlah kendaraan meningkat 200% baik roda 2 maupun roda 4, bahkan masyarakat disepanjang Jalan Badami Kobak Biru untuk menyebrang pun sangat sulit karena rapatnya kendaraan, bahkan jika ada kendaraan besar yang mengalami kerusakan bisa mengakibatkan kemacetan panjang karena harus melakukan buka tutup jalur mengingat jalan Bandami Loji merupakan jalan kelas tiga menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun sayang regulasi tersebut tak pernah berlaku di Kabupaten Karawang jika melihat fakta yang terjadi dilapangan.

Kemacetan di Kabupaten Karawang akan semakin meningkat dari tahunke tahunnya, efek dari seuah pembangunan yang tidak dipikirkan perencanaan sebelumnya, melihat arah pembangunan Kabupaten Karawang terbalik seharusnya pembangunan mengikuti aturan sementara di Kabupaten Karawang aturan mengikuti pembangunan, regulasi baru dibuat setelah ada bangunan bahkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang seharusnya menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) justru terbalik penyusunan RTRW sudah selesai KLHS baru menjadi pembahasan, salah contoh kecil Peraturan Daerah tentang Gedung Bertingkat dibuat setelah banyaknya bangunan yang jadi, ini kan lucu, berarti peraturan mengikuti pembangunan walau tidak sesuai dengan fungsi wilayahnya.

Kemacetan di Kabupaten Karawang menjadi pemandangan sehari-hari disetiap pagi dan sore hari, ketidakseimbangan pola ruang perencanaan pembangunan dengan percepatan pembangunan yang terjadi mengakibatkan semua ini terjadi, mengedepankan kepentingan investasi tanpa melihat aturan yang ada adalah permasalahan utama yang harusnya disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, RTRW dan RDTRnya adalah acuan dan dasar untuk pembangunan yang harus dilakukan di Kabupaten Karawang, jika dilihat dan disesuaikan dengan seksama makan disimpulkan antara perencanaan dan pelaksanaan sangat kacau dan tidak karuan, wajar pula jika asumsi muncul kedepan kemacetan bukan berkurang bahkan akan lebih parah dari saat ini.

Resinda Park Mall, Rekayasa Lalulintas yang membingungkan pengguna jalan

Menurut Peraturan Menteri Nomor 96 Tahun 2015 Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas adalah serangkaian usaha dan kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan dalam rangka mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Masih banyak ditemukan jalan di Kabupaten Karawang dengan kualitas geometrik yang tidak memenuhi persyaratan, keadaan ini mendorong tingginya angka kecelakaan serta berbagai permasalahan lainnya termasuk menimbulkan kemacetan parah yang terjadi di Kabupaten Karawang.

Jika melihat pembangunan jalan di Kabupaten Karawang, rancang bangun ruas jalan atau persimpangan yang tidak memenuhi persyaratan karena radius tikung, jarak pandang bebas, Jarak pandang menyiap yang tidak memenuhi persyaratan ruas jalan yang tidak memiliki bahu, tidak cukup lebar sehingga dapat membahayakan pengguna drainase yang tidak direncanakan dengan baik konstruksi dan perawatan yang tidak dilakukan dengan baik, sehingga banyak kerusakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan, bahkan pemasangan rambu dan marka yang tidak dilakukan dengan baik, kondisi ini yang tidak diperhatikan secara realita dilapangan akan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Karawang, jadi wajar jika selain kemacetan juga banyaknya kecelakaan yang terjadi.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment