PUNCAK PINUS DAN GUNUNG BUTAK DIBIDIK PT. INDAH NAMBARA


Gunung batu yang berada diwilayah Kabupaten Karawang benar-benar menjadi target dihancurkan oleh pengusaha-pengusaha yang hanya memikirkan perutnya sendiri tanpa memikirkan nasib masyarakat disekitar khususnya dan umumnya seluruh masyarakat Karawang, Permasalahan PT. ATLASINDO yang menghancurkan gunung Sirnalanggeng kini sudah datang korporasi baru yaitu PT. INDAH NAMBARA yang ingin menghancurkan Gunung Butak, Puncak Pinus dan sekitarnya, ini pastinya akan menjadi babak baru permasalahan lingkungan dan permasalahan sosial di Kabupaten Karawang.

Permasalahan lingkungan di Kabupaten Karawang sudah di ujung tanduk, sawah produktif beralih fungsi menjadi perumahan, hutan serapan air berubah jadi kawasan industri, karst sebagai penyimpan air berubah menjadi arena pertambangan, gunung batu dihancurkan menghilangkan fungsi sebagai pengunci bumi, hal ini seperti sebuah senetron berseri dimana lingkungan dijadikan objek kepentingan bagi para penguasa yang berkolaborasi dengan pengusaha, suara rakyat sudah tak lagi didengar tertutup oleh lembaran rupiah walau harus mengorbankan alam untuk dihancurkan, sungguh miris nasib Kabupaten Karawang.

Gunung Butak salah satu gunung batu yang berada di wilayah resapan air berada di Desa Cintawargi Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, melihat kenyataan yang dialami masyarakat disekitar gunung Sirnalanggeung harusnya jadi bahan pembelajaran dimana hal serupa pasti akan terjadi dimana jika Gunung Butak dan sekitarnya sampai hancur maka siap-siap masyarakat yang berada disekitar akan menderita akibat kekurangan air karena sumber serapan air akan habis karena dijadikan area pertambangan, gunung butak berada diarea kawasan kehutanan yang dikelola PT. Perhutani dan berdasar sumber bahwa penggunaan area tersebut tukar guling dengan lokasi di wilayah Kabupaten Cianjur.

Puncak Pinus yang saat ini menjadi salah satu objek wisata dimiliki Kabupaten Karawang, jika sampai Pemerintah memberikan izin pertambangan maka Puncak Pinus harus menjadi korban atas pengusaha-pengusaha rakus yang ingin menghancurkan alam dengan segala keindahan dan potensinya, wilayah gunung butak dan puncak pinus merupakan wilayah serapan air yang seharusnya benar-benar dijaga kelestariannya, permasalahan pun sudah sering terjadi dimana musim kemarau datang wilayah disana paling duluan kekeringan, berarti ada yang janggal dimana wilayah gunung seharusnya wilayah yang banyak menyimpan air kini sudah begitu mengkhawatirkan, ini semua terjadi karena rusaknya kondisi alam, bahkan ingin melihat pohon besar pun sudah sangat sulit padahal jelas fungsi pohon sebagai penyimpan air dan memproduksi oksigen untuk kehidupan manusia.

Wilayah gunung butak dan puncak pinus banyak sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, bahkan mata air cikahuripan adalah mata air kunci walaupun kemarau panjang airnya tidak pernah surut dan memenuhi kebutuhan air masyarakat diwilayah sekitarnya, tidak bisa dibayangkan jika gunung butak dan puncak pinus habis dikeruk oleh PT. Indah Nambara maka tidak bisa dibayangkan akan sengsaranya masyarakat jika mata air sudah tidak mengeluarkan air siap-siap masyarakat disana menghadapi kekeringan hebat, jika Pemerintah sampai memberikan izin penambangan maka Pemerintah telah melanggar UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Sumber Daya Air dan UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta peraturan lainnya.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment