PERTAMBANGAN BERKEDOK WISATA


Karst Pangkalan begitu seksi dimata para pengusaha terutama pengusaha antek PT. Jiusihin yang ingin menghancurkan Karst Pangkalan untuk dijadikan komoditi bahan baku semen, dalih pembangunan Pariwisata namun lucu aktivitas pembangunan harus melakukan cut and fill dengan luasan mencapai puluhan hektar menggunakan alat berat, melihat dari backround PT. Indorenus salah satu perusahaan yang basicnya merusak alam seperti yang dilakukannya di wilayah Bogor sementara dari profilenya bidang kerjanya cemical, melihat hal tersebut pastinya batu gamping yang di cut lalu diangkut dan dikirim ke PT. Jiushin karena berdasar pada data di Amdal ada proses pengangkutan batu per hari 100 mobil dikali 6 rit berarti 600 rit per hari.

PT. Indorenus Megah Persada mengajukan wilayah Karst untuk dijadikan objek wisata namun dari rencana pelaksanaannya akan melakukan penggalian Karst ukuran sejajar dengan jalan jalur Badami Pangkalan, ini sebuah dagelan dimana konsep pariwisata hanya untuk dijadikan kedok melakukan pertambangan, wilayah Karst Pangkalan merupakan kawasan lindung geologi yang tidak boleh dirubah struktur dan bentuknya, jika berniat membangun objek wisata tidak harus menghancurkan tinggal ditata dan diperbaiki dari kerusakan yang sudah terjadi dari para oknum antek-antek PT. Jiushin yang secara administrasi wilayah berada di Kabupaten Bekasi.

Kedok PT. Indorenus Megah Persada terlihat dari siteplan serta dari pengajuan ijin lingkungan yang diajukan, mau menata menjadi tempat wisata yang dikedepankan cut and file Kawasan Karst dengan rata-rata Karst yang diangkut 12 ribu ton per hari, jika pemerintah jeli mengamati akan hal itu kalau sampai ijin lingkungan keluar berarti ada sesuatu antara oknum pemerintah dengan PT. Indorenus, jelas itu merupakan kedok untuk melakukan pertambangan namun dalih yang dimajukan adalah pembangunan destinasi pariwisata, hal ini sangat disayangkan mengingat kawasan karst pangkalan yang seharusnya benar-benar dijaga dan dilindungi harus dikikis oleh sebuah kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Karawang seharusnya bisa melihat dengan cermat atas pengajuan PT. Indorenus Megah Persada untuk membangun wisata di kawasan Karst Pangkalan, berbagai cara dan berbagai upaya dilakukan untuk menghancurkan Karst Pangkalan, lucunya Pemerintah Daerah begitu lemah menghadapi korporasi yang ingin menghancurkan alam Kabupaten Karawang, bahkan Pemerintah Cendrung lebih berpihak pada pengusaha dibandingkan dengan mempertahankan nilai kelestarian, Pemerintah tidak pernah bertindak tegas terhadap para perusak alam.

Karst Pangkalan yang seharusnya benar-benar dilindungi sebagai kawasan lindung geologi sepertinya hanya omong kosong belaka, berbagai cara dan upaya dilakukan agar karst Pangkalan bisa ditambang oleh para pengusaha yang mengedepankan perutnya sendiri dibanding keselamatan masyarakat banyak, kerusakan karst akan sangat berdampak pada kondisi lingkungan serta akan sangat mempengaruhi kondisi alam di Kabupaten Karawang khususnya dan umumnya seluruh wilayah di Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang seharusnya bisa menjaga dan melestarikan Karst yang merupakan penyangga serta stabilisasi atau keseimbangan untuk alam Kabupaten Karawang.

Ketegasan terhadap aturan setidaknya bisa menyelamatkan Karst, upaya-upaya dengan dalih apapun yang akan menghancurkan Karst Pangkalan harus ditolak tanpa kompromi, Indorenus megah Persada yang akan melakukan membangun pariwisata pun jangan diberi ruang mengingat itu semua hanyalah kedok belaka yang pada akhirnya akan menghancurkan Karst, peran serta pemerintah daerah yang seharusnya bisa memilah mana pembangunan yang ada nilai manfaat buat masyarakat atau nilai pembangunan yang madharat tujuan utamanya mengedepankan kepentingan pengusaha tanpa menghiraukan nasjb masyarakat banyak yang merasakan dampak dari kerusakan Karst Pangkalan.


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment