PUNCAK KENIKMATAN MENDAKI GUNUNG

Ranu Kumolo Gunung Semeru, Doc. Jajang Pepeling

Pendakian gunung merupakan sebuah tantangan dan memiliki sensasi tersendiri bagi siapapun yang melakukannya, banyak kalangan atau komunitas yang mencoba melakukan pendakian hanya untuk mencari kesenangan belaka atau mencari sensasi, bahkan bagi mereka yang lebih suka tantangan memprogramkan untuk mencari puncak-puncak gunung tertinggi di Indonesia bahkan puncak gunung tertinggi di dunia, ada sebuah rasa kebanggaan mana kala seseorang pada saat melakukan pendakian bisa mencapai puncak tertinggi dari gunung yang dituju, namun untuk melakukan sebuah pendakian gunung haruslah menguasai keilmuannya serta melengkapi perlengkapan yang memadai sesuai dengan standar yang baik mengingat kegiatan pendakian itu bukan hal yang mudah atau dianggap enteng.

Mendaki Gunung adalah sebuah proses pembelajaran luar biasa jika di maknai dengan baik, tiga unsur hidup seperti hablumminalloh, hablumminnanas dan hablumminalallam akan lebih bisa dirasakan, pembelajaran langsung dapat dirasakan oleh setiap pendaki yang melakukan perjalanan naik dari dasar gunung sampai ke punyak tertinggi gunung yang kemudian turun lagi ke dasar gunung, jika dipahami dengan seksama itu merupakan proses yang dialami selama ini oleh seluruh manusia pada kehidupannya, selain bonus yang dapat di nikmati dimana para pendaki bisa mendapatkan pengalaman dalam hidupnya, bisa mendapatkan gambar tempat-tempat indah serta mendapatkan teman yang satu hobi, namun tak sedikit juga para pendaki yang hanya asal mengikuti kesenangannya dan terkadang semaunya sendiri dengan membuang sampah sembarangan serta tidak memperdulikan kondisi alam di sekitarnya.

Tingkat puncak kenikmatan pada saat melakukan pendakian adalah kepuasan dan kebanggaan dimana seseorang yang bisa sampai kepuncak gunung berarti telah bisa menaklukan tingginya gunung, menaklukan rasa cape dan menaklukan dirinya sendiri sehingga bisa mencapai titik puncak, rasa haru bagi para pendaki manakala sudah sampai puncak, lelah dan letih hilang berubah menjadi rasa bangga dan kegembiraan, itulah gambaran dimana puncak kenikmatan seorang pendaki gunung adalah kepuasan dan rasa bangga bahwa telah berhasil menaklukan dirinya sendiri melalui perjalanan yang ditempuhnya.

Untuk mencapai puncak tertinggi tidaklah mudah bagi seorang pendaki, tentunya banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi mengingat selain faktor manusia sendiri yang dihadapi dimana para pendaki harus menyamakan tujuan juga harus menghadapi faktor-faktor yang diakibatkan oleh alam, maka dari itu sebelum melakukan pendakian dibutuhkan perencanaan (planning) yang baik untuk mengantisipasi segala sesuatu hal yang tidak diharapkan, bagi para pendaki baik pria maupun wanita harus bisa memahami tiga prinsip nagi para pendaki yaitu jangan mengambil sesuatu selain gambar, Jangan membunuh sesuatu selain waktu, jangan meninggalkan sesuatu selain jejak.

Seiring pembangunan yang terus bergulir para pendaki saat ini semakin banyak bahkan semakin tidak beraturan yang terkadang sudah tidak memperhatikan ketentuan dan aturan-aturan yang ada, dalam pikiran para pendaki pecari spot selfi bukan bagaimana pada saat melakukan pendakian tersebut melakukan observasi serta memahami hakekat-hakekat alam, para pendaki seperti itu cenderung mengotori gunung dengan membuang sampah sembarangan, merusak tatanan alam dengan menebang, memotong dan bahkan mengabil pohon, memanfaatkan alam dengan berbuat yang tidak tidak senonoh antara pria dan wanita dan lain sebagainya, hal-hal buruk kadang terjadi jika para pendaki melakukan ketentuan yang tidak seharusnya oleh para pendaki.

Puncak Gunung Rinjani, 3.726 mdpl, Doc. Jajang Pepeling

Mencapai puncak terginggi adalah impian bagi setiap insan yang hidup dimuka bumi ini, kenyataan seperti itulah bisa dilihat dari sebuah filosofis pendakian gunung dimana untuk mencapai puncak banyak hal dan cara yang dilakukan seseorang, tergambar dari cara para pendaki dimana ada faham akan kode etik dan aturan pendakian ada juga yang hanya asal mencapai puncak dengan tidak mengindahkan aturan-aturan yang berlaku, hal itu yang biasanya menyebabkan terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan yang dialami oleh para pendaki gunung selama ini, siapapun pasti tertarik pada saat melihat photo-photo mereka yang berada diatas puncak gunung, pesona dan keindahan sungguh sangat luar biasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata mengingat hanya rasa lah yang bisa mengungkapkan itu semua.

Puncak Kenikmatan naik gunung dimana seorang pendaki bisa sampai keatas puncak dengan selamat kemudian berteriak sekuat-kuatnya untuk melepaskan beban baik beban cape yang di rasa atau permasalahan yang ada, tak sedikit para pendaki yang meneteskan air mata ketika sampai dipuncak, rasa haru dan bangga berkumpul menjadi satu serta rasa syukur atas nikmat tuhan yang telah diberikannya sehingga bisa sampai pada puncak tertinggi dari gunung yang didaki, mendaki gunung hanyalah sebuah sareat yang dilakukan namun janganlah dilupakan akan nilai-nilai pembelajaran yang bisa dijadikan bekal dalam meniti kehidupan ini.

Jangan mengambil sesuatu selain gambar;, 
Jangan membunuh sesuatu selain waktu;, 
Jangan meninggalkan sesuatu selain jejak.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment