GUNUNG BATU KARAWANG KEINDAHAN KELAS DUNIA

Gunung Rungking Karawang Jawa Barat

Gunung adalah pakunya bumi atau bisa dibilang pengunci tanah sehingga tercipta kesimbangan alam, gunung-gunung yang saat ini ada merupakan harmonisasi yang pembentukannya oleh proses alam dimana fungsinya sebagai penyeimbang kehidupan, harmonisasi ketinggian, pohon, tanah, air dan batu, yang didapat digunung adalah wahana lengkap sebagai media pendidikan non formal (pendidikan tersirat) bagi manusia yang merupakan salah satu mahluk yang diam dimuka bumi ini, namun tidak semua memahami akan itu, terutama kalau sudah lari pada ekonomi semua akan habis bahkan dihancurkan dengan jenis pertambangan dan lain sebagainya.

Karawang memiliki gunung batu yang memiliki karakteristik yang unik, batuan yang menurut teori termasuk batuan andesit tersebut memiki pesona dan daya tarik tersendiri, bahkan melihat karakter wilayah serta karakter batuan ada nilai-nilai yang belum terungkap atas gunung batu karawang, banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari gunung-gunung batu yang ada di Kabupaten Karawang dari ujung barat sampai ujung timur mengingat letak gunung batu jika diperhatikan dengan seksama kondisinya mengelilingi pegunungan sanggabuana, gunung-gunung batu tersebut laksana benteng dari sebuah tempat yang memiliki nilai masa lalu yang belum terungkap sampai hari ini.

Gunung Batu Karawang adalah sebuah potensi kelas dunia jika dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupatwn Karawang, jarang wilayah yang memiliki potensi alam selengkap seperti Kabupaten Karawang, gunung-gunung batu jika dipoles, ditata dan dijadikan objek wisata pastinya akan menambah PAD bagi Kabupaten Karawang, selama ini banyak investor yang hanya memanfaatkan gunung batu karawang hanya untuk dihancurkan seperti yang terjadi pada gunung Sirnalanggeng yang berada di Desa Cintalanggeng.

Gunung batu seperti gunung goong, gunung rungking, gunung seureuh, gunung kamuning, gunung pasir rampog, gunung cipaga, gunung cengkik, gunung butak dan gunung sirnalanggeung sera gunung-gunung yang lainnya sebernarnya adalah potensi alam kelas dunia jika benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupayen Karawang, selain berpontensi untuk dijadikan objek wisata juga merupakan sumber air mengingat banyaknya mata air disekitar gunung-gunung batu tersebut, pemerintah daerah seharusnya membentengi kekayaan yang dimiliki dengan Peraturan Daerah dan Perbup supaya kekayaan yang dimiliki terus terjaga sehingga bisa diwariskan pada generasi yang akan datang.

Melihat pengelolaan daerah yang dilakukan oleh pengelola pemerintahan di Kabupaten Karawang sepertinya mereka sudah mati pikir dan mati konsep akan nilai-nilai kelestarian, mereka lebih peduli pada mereka yang punya uang dibandingkan dengan nasib masyarakatnya, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Karawang rela dihancurkan dibandingkan terjaga kelestariannya, karakter daerah sepertinya hilang jika dilihat dari pembangunannya mengingat karakter suatu daerah bisa dilihat dari bentuk pembangunannya.

Menyusur alam Karawang pastinya tak akan selesai satu atau dua hari, dan harusnya itu yang dilakukan oleh pejabat karawang dimana sebelum menjadi pejabat harus memahami dulu karakteristik yang dimiliki alam Karawang, selama ini jika pejabat karawang berbicara cinta karawang hanyalah omong kosong belaka, buktinya mereka tidak bisa berbuat banyak untuk keleatarian alam yang ada di Kabupaten Karawang, bahkan cendrung para pejabat menjadi biong, broker dan memberi fasilitas atas kerusakan alam Karawang, kecintaan mereka terhadap alam ini hanya omong kosong belaka terbukti sampai hari ini belum ada yang mereka perbuat untuk menyelamatkan alam yang dihancurkan oleh koorporasi dan oknum pengusaha.

Satu gunung batu sudah hancur parah menjadi korban koorporasi dan oknum pengusaha, belum lagi gunung-gunung batu yang lainnya seperti gunung pasir terong dan area disekitar gunung goong yang batunya terus digali, padahal itu jelas-jelas ilegal namun tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Karawang, mereka seakan tak mendengar dan tak melihat atas kenyataan yang selama ini terjadi dilapangan, padahal jelas dalam alquran dalam surat An Naba, 78:6-7, "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?”.

Dalam Alquran, gunung mempunyai makna tertentu dan menjadi tempat dari peristiwa penting. Salah satunya gunung sebagai perumpaan beratnya penerima amanah. Sepert tertuang dalam surat QS. Al-Ahzab: 72-73. "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Mahapengampun lagi Maha penyayang." (QS. Al-Ahzab: 72-73).
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment