MIMPI ANAK DESA (Part 7)

Keunikan bentuk dan rupa bukan bentukan Alam, Pepeling Karawang

Mimpi berseri 30 September – 1 Oktober 2017, Mengawali mimpiku kami berjalan dalam sebuah iringan kendaraan untuk melakukan penelusuran fisik saat ini akan hulu dari aliran sungai citarum, sungai alam yang membentang dari gunung wayang sampai Karawang memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, berbagai versi cerita hadir mengisi ruang pikir para penghuni bumi saat ini, ditambah dengan telah berubahnya fungsi sungai citarum saat ini menambah catatan lebih berwarna.

Mimpi berseri dari seorang anak yang selalu berupaya bersuara begitu membingungkan dimana saat itu aku melihat sebuah struktur bangunan megah dan kokoh dengan relief dan motif bangunan yang hampir sama dengan mimpi-mimpiku sebelumnya, aku diajak oleh seorang pemuda tinggi besar dan tegap dengan pesona dan raut wajah yang benar-benar memberikan ketenangan, aku diajak berkeliling melihat beberapa bagian tempat disana, taman indah, system pompa hydrologi air, serta sebuah karakter tempat yang dia perkenalkan membuat aku semakin yakin akan saling terterkaitan antara bangunan yang satu dengan bangunan yang lainnya.

Pemuda tersebut bercerita panjang padaku, dimana dia bilang ”jangan kaget jika dalam penyambutan yang diberikan kepada tim seperti yang dirasakan mengingat kalian memang memiliki ikatan masa lalu luar biasa, mungkin secara fisik baru bertemu namun sebetulnya kita semua adalah satu keluarga masa lalu yang dipertemukan hari ini, menyambut saudara itu adalah kewajiban” jelas pemuda tersebut, tempat yang kami datangi adalah sebuah kaputren keputrian dimana dulu putri yang sudah dewasa dan akan melakukan pernikahan harus bersuci dan mendapatkan gemblengan dilokasi tersebut sambung nya dalam mimpiku.

Mata air yang ada disana adalah sama seperti yang ada di kasepuhan alam jagat raya, dimana hari ini air yang bersumber dari tanah tersebut sering disebut mata air atau sering disebut mata air awisan merujuk pada sistem penamaan peninggalan Pajajaran dimana air yang keluar dari dalam tanah dengan sendirinya sehingga menjadi sumber mata air. Banyak hal yang sulit dicerna oleh akal dan pemikiran dalam setiap perjalanan mimpi-mimpiku, namun biarlah mimpi it uterus mengalir dalam setiap perjalanan kehidupan yang aku jalani dalam setiap langkah dan tempat yang aku datangi merupakan sebuah gambaran kehidupan masa lalu yang telah begitu lama terlewati oleh waktu dan pergantian kehidupan.

Peralanan mimpi yang terus mengiringi setiap langkah dan disetiap tempat baru yang aku sambangi, jika disinkronkan anatara mimpi yang satu dengan mimpi yang lainnya seperti memberikan isyarat akan hubungan erat antara satu tempat dengan tempat lainnya dalam satu alur kehidupan yang pernah ada dimuka bumi ini, namun itu semua hanyalah mimpi yang kata orang adalah bunga tidur. Melihat kondisi fisik dilapangan ada hubungan yang sangat erat dari mimpi yang hadir dengan kondisi dilapangan sehingga secara pribadi sedikit meyakini dari mimpi yang selalu hadir disetiap perjalananku.

Sebuah perjalanan itu memang tak bisa dipungkiri pasti akan dirasakan oleh semua mahluk yang ada dimuka bumi ini, setiap perjalanan pastinya anatara satu dengan lainnya akan berbeda karena semuanya harus disempurnakan dengan hablumminnanas, tujuan hablumminanas selain selalu menjalin silaturahmi antar sesama juga untuk bisa saling mengisi dari apa yang tidak ada atau tidak tahu yang ada pada diri mahluk terutama manusia sehingga secara waktu akan terbentuk sebuah kesempurnaan hidup manakala sudah mencapai batas kehidupan yang dijalani, begitupun apa yang dialami penulis bahwa perjalanan mimpi yang dialami merupakan sebuah proses untuk memahami kehidupan sesungguhnya  dengan ruang yang berbeda.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment