SISI KEHIDUPAN MASYARAKAT BANTARAN CIBEET

Mencari Ikan saat Air Sungai Surut, Photo : Pepeling

Sungai merupakan salah satu tempat yang strategis bagi setiap mahluk mengingat sungai adalah satu tempat yang menyediakan simpanan air, tak sedikit yang memanfaatkan bantaran sungai sebagai tempat tinggal dan mengisi kehidupan dikarenakan lebih dekat dengan sumber air, manusia tidak bisa hidup tanpa air maka daripada itu kehidupan manusia identik dan tidak jauh dari sumber air. Begitupun dengan kondisi sungai cibeet disepanjang bantaran sungai cibeet dari hulu sampai muara banyak sisi kehidupan didalamnya.

Sisi kehidupan disetiap tempat pastinya antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya akan berbeda dan setiap sisi kehidupan dimasyarakat sangat menarik jika kita coba telusur secara langsung kelapangan, secara kasat mata sungai tidak menarik untuk dilihat namun jika dipahami dengan seksama banyak nilai-nilai yang bisa didapat dari sisi kehidupan disepanjang bantaran sungai, yang paling menarik adalah kita bisa melihat sisi kehidupan masyarakat terutama di pagi dan sore hari dimana masyarakat banyak melakukan aktifitas di sungai dengan kegiatannya masing-masing.

Cibeet memiliki sisi kehidupan masyarakat yang beragam, seperti : pencari ikan, pengumpul pasir, pengrajin badong (bubu), bertani padi, bertani palawija, dan lainnya, keragaman sisi kehidupan ini kesemuanya tidak lepas dengan kedekatan dengan sumber air, selain itu tak sedikit yang memanfaatkan bantaran sungai cibeet sebagai perkebunan bambu yang bahkan tak sedikit juga warga di bantaran sungai cibeet yang menjadi pengrajin bambu dan bahkan sebagai produsen bambu yang dipergunakan sebagai kebutuhan bangunan. 

Sungai cibeet selama ini kurang dikenal merupakan salah satu sungai tua yang begitu banyak kisahnya namun dilain sisi kurangnya perhatian terhadap sungai alam tersebut dari pihak terkait, sungai yang selama ini dijadikan untuk memenuhi kebutuhan seperti mandi dan cuci oleh masyarakat disekitar tersebut setidaknya harus menjadi perhatian khusus agar kelestariannya terus terjaga sehingga sungai alam ini terus bisa memberikan manfatnya untuk masyarakat disekitar bantaran sungai cibeet.

Sudah adanya kehidupan dari jaman ke jaman dibuktikan dengan banyaknya ditemukan pecahan keramik kuno yang terindikasi dari abad ke- 15 dan 16, dari tahun ke tahun sungai yang mengalami pengikisan tentunya mempengaruhi kontur dan keberadaan sungai cibeet karena setiap tahunnya pasti ada perubahan pergeseran yang diakibatkan oleh pengikisan badan sungai, namun hal tersebut pastinya tidak mempengaruhi nilai sebagai sungai alam yang banyak dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut cerita masyarakat sungai cibeet dahulu sering dipergunakan sebagai sarana transportasi untuk membawa hasil bumi dengan menggunakan rakit, selain itu sungai cibeet juga dijadikan akses jika mengangkut bambu atau kayu, karena kondisi air pada saat itu relative stabil dengan kondisi cuaca yang memang sudah bisa diprediksi tidak seperti sekarang dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah kondisi hutan dahulu relatif masih bagus sehingga stabilitas air lebih teratur.

Kehidupan masyarakat sepanjang bantaran sungai cibeet nampak jelas dilakukan oleh ibu-ibu yang mencuci pakaian, mencuci beras bahkan yang mandi disungai, ditambah dengan aktifitas bapak-bapak yang menenteng atau memikul ember mengambil air untuk kebutuhan cuci piring dan kebutuhan lainnya, ditambah dengan aktifitas anak-anak yang bermain air disungai dan para pencari ikan baik itu menggunakan jala atau menjebak ikan dengan menggunakan bubu, sebuah aktifitas yang begitu menarik yang tidak bisa dipungkiri bahwa sungai merupakan salah satu tempat untuk memenuhi hajat hidup bagi masyarakat yang tinggal disekitar bantarannya.

Jika hari ini kita melihat kondisi sungai sudah tidak semestinya sungguh sangatlah miris, kondisi saat ini sungai dijadikan sebagai area tempat pembuangan limbah oleh para pengusaha yang tidak bertanggung jawab, sungguh sangatlah tragis jika kondisi sungai dengan sisi kehidupannya masyarakat dimana air sungai begitu bermanfaat bagi mereka disisi lain sungai dicemari sehingga masyarakat tidak dapat menggunakan dan memanfaatkan air sungai sebagai kebutuhan sehari-hari.

Sungai cibeet merupakan alam yang tuhan buat untuk keseimbangan alam, sungai yang hulunya berada di wilayah gunung gede dan pangrango ini sungguh sangat berarti bagi setiap kehidupan disepanjang alirannya, untuk itu kelestarian sungai ini harusnya diperhatikan oleh seluruh lapisan sehingga akan selalu terjaga simbiosis mutualisme antara mahluk dan alam ini akan terus terjaga, namun sekarang kondisinya sungguhlah miris dilain sisi manusia sangatlah membutuhkan sungai disisi lain manusia pula yang mengakibatkan sungai tercemar oleh prilaku serta arogansi manusia yang tidak mengerti akan makna dan hakekat hidup.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment