MIMPI ANAK DESA (Part 4)



Dalam perjalanan ini ternyata belum berhenti sampai di Part 3 namun mimpi itu berlanjut, dalam perjalanan mimpi aku pergi menelusur sebuah bangunan yang begitu besar dan begitu luar biasa, dinding-dindingnya yang begitu tinggi dan kokoh disertai dengan teknik arsitertur yang begitu luar biasa sehingga sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, bentengan luar yang begitu tinggi menjulang dan sangat kokoh, namun tak terlihat satu orang pun ditempat tersebut, tempat itu bagaikan sebuah istana tak berpenghuni, sebuah istana yang begitu indah yang orang sering sebut sebagai Karaton Luhur memang begitu mempesona beruntung aku bisa menjelajah dinding luar walau hanya dalam sebuah mimpi.

Taman-taman indah mengelilingi istana besar tersebut, sistem dan pola begitu yang begitu modern dengan teknologi yang betul-betul ramah lingkungan tanpa merusak dan menggali nilai-nilai alamiah alamnya, keseimbangan yang disatukan dengan menyeimbangkan gaya gravitasi bumi dengan medan magnet bumi sehingga semua terasa bagaikan tanpa logika, namun kenyataan itu terlihat nampak dalam perjalanan tersebut, subuah negeri dengan sejuta kedamaian, setuta keramahan, etika dan tatakrama yang begitu tertanam dengan selalu mengedepankan nilai saling menghargai antar mahluk, sehingga nampak sebuah kebesaran yang mutlak pada negeri itu.

Langkah yang tak pernah lelah berjalan dari dinding utara, kemudian ke dinding barat, dilanjutkan ke dinding selatan dan berujung didinding timur, perjalanan mimpi yang benar-benar tidak menjemukan mengingat selama dalam perjalanan benar-benar membuka mata dan hati akan sebuah kebesaran masa lalu yang saat ini sulit sekali diungkapkan dengan kata-kata, tinggi dinding yang bisa mencapai tinggi 1800 meter ruang dan lorong yang tertata rapi, tangga-tangga yang begitu Nampak indah dan terawat disetiap penjuru semakin membuat terkesima dan tak henti-hentinya berdecak kagum.

Bumi yang sudah ada sekitar 18 milyar tahun lalu menurut para ahli, berarti kehidupan pun tak terbayang sejak kapan sudah ada, keterbatasan dan daya jangkau pemikiran manusialah yang menjadi pembatas ruang dan waktu yang telah begitu jauh sehingga semuanya haya baru asumsi yang kemudian menjadi teory, dalam perjalanan mimpiku terlihat hamparan bangunan yang menjulang karena aku mencoba melihat sisi demi sisi dari putaran bangunan yang sangat mirip dengan keratin tersebut, hatiku bertanya apakah ini adalah peninggalan leluhurku yang saat ini sudah hancur dihantap bencana dahsyat, wallohuallambissawab, itu baru sebuah lamunan didalam mimpiku.

Dalam siratan mimpi tersebut semuanya kini sudah tidak terbentuk karena sudah tertutup oleh pathamorgana alam yang selalu mengalami perubahannya, sebuah cerita masa lalu yang sudah begitu lama mungkin hari ini kita sudah tidak mungkin melihat perwujudan yang sesungguhnya, bangunan indah masa lalu yang tersirat dalam sebuah mimpi mungkin hanyalah sebuah mimpi namun perjalanan mimpi pun terus berlanjut seiring perjalanan fisik yang terus berjalan menyusur ruang ruang dan tempat yang ada di wilayah Karawang dan sekitarnya karena setiap wilayah tempat di Karawang Selatan menyimpan kandungan tersirat yang begitu luar biasa, namun sayang sampai saat ini belum ada yang bisa membuka kebenaran nilai Karawang seutuhnya.

Kisah sebuah perjalanan yang begitu teramat jauh melintas dimensi masa lalu yang saat ini akan sukar sekali untuk dipercaya dimana ternyata Gunung Sanggabuana adalah sebuah peninggalan tak terhingga, sebuah maha karya leluhur yang tak mungkin dipercayai pada jaman sekarang ini, fase demi fase kehidupan dan beberapa kali bencana maha dahsyat telah memutus rantai sejarah dan rantai kenyataan yang sebenarnya, semua hanya muncul dalam mimpi akan kenyataan seperti itu namun apa salahnya jika kita mencoba untuk membuktikan kebenarannya sehingga meyakini bahwa kita punya leluhur yang memang sangat luar biasa.

Perjalanan mimpiku berlanjut seiring perjalanan kaki atas tuntunan hati ini terus melaju, aku melihat sebuah bangunan yang begitu luar bisa yang didalamnya tersimpan satu hasil cipta teknologi dengan tingkat pemikiran yang tidak mungkin terjangkau oleh akal sehat, aku berjalan mengelilingi bangunan tersebut dengan decak kagum yang tiada henti, pada saat aku masuk aku melihat sebuah generator dengan menggunakan batuan yang ternyata lokasi itu adalah sebuah pembangkit listrik untuk menerangi wilayah tersebut tanpa menggunakan kabel seperti yang kita lihat hari ini, namun hanya dengan menggunakan kekuatan keseimbangan suhu dengan gravitasi yang menjadikan konektivitas antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Partikel-partikel alam yang begitu dimanfaatkan dengan baik sehingga menghasilkan sebuah teknologi yang maha dahsyat, satu generator yang menghasilkan reactor yang begitu ramah terhadap lingkungan, efesiensi anggaran bagi pengguna yang sama sekali taka da biaya yang dikeluarkan seperti saat ini kita membayar listrik setiap bulannya, selanjutnya aku melangah pada sebuah tempat yang tak kalah megah dengan penataan yang begitu artistik, sebuah fakta lagi yang dilihat dalam mimpiku dimana aku melihat sebuah rekontruksi alat dengan bahan bakar air (Hydra) tempat itu merupakan pengatur dari proses pengaturan air dimana jika dimusim hujan bisa menyerap air sebanyak-banyaknya dan dimusim kemarau bisa mengatur air secara stabil sehingga di musim hujan tidak kebanjiran dan dimusim kemarau tidak kekeringan.

Sungguh sebuah perjalanan yang aneh, namun aku sendiri merasa yakin akan semua itu ada dikehidupan masa lalu, mengingat adanya hari ini karena adanya masa lalu dan aka nada pula hari esok, namun ada sebuah pesan dalam perjalanan mimpiku tersebut dalam bentuk bisikan “sing waspada, baheula ancurna alam teh kusabab teu bisa ngajaga alam, hiji mangsa bakal karandapan dei lamun alam teu jaga, sadaya bakal mulih ka jati mulang ka asal” dengung kalimat tersebut terus terngiang dalam telinga sampai saat ini, perjalanan mimpi part 4 semoga mimpi itu hadir kembali dan menghias memori sehingga aku bisa terus melangkah untuk menyongsong mimpi-mimpi berikutnya yang seyogyanya ada setitik cahaya bisa diambil sebagai panduan dalam melangkah dikehidupan hari ini.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment