KARAWANG MENGHADAPI KRISIS AIR TANAH

Pembangunan Apartemen di Karawang, Photo : Pepeling Karawang

Kabupaten Karawang dengan pembangunannya disemua lini seperti indrustri manufactur, sentral perbelanjaan, perhotelan, property dan lainnya, pastinya membutuhkan kebutuhan air yang tidak sedikit, salah satu contoh sampel bisa dihitung dari apartemen Mahogany dan Grand Sentraland yang memiliki Unit rata-rata sebanyak 1.514 dengan jumlah penguni 3.845 jiwa,  jika kebutuhan air tanah untuk satu apartemen dari 3.845 jiwa x 110 liter/hari, maka untuk satu apartemen saja membutuhkan 422.950 Liter air/hari jika dua apartemen maka 845.900 liter/hari, itu bukan kebutuhan air yang sedikit, jika dilihat dengan terus bertambahnya bangunan apartemen dan hotel pastinya pengguna air tanah saat ini semakin tinggi, maka Kabupaten Karawang siap-siap menghadapi krisis air bawah tanah.

Pemerintah Kabupaten Karawang seharusnya memiliki aturan jelas yang mengatur itu semua, mengingat aturan terkadang diabaikan karena desakan kepentingan investasi sehingga pembangunan sudah berjalan aturan baru dibuat, Berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada Perusahaan Daerah Air Minum BAB I ketentuan umum Pasal 1 ayat 8 menyatakan bahwa: “Standar Kebutuhan Pokok Air Minum adalah kebutuhan air sebesar 10 meter kubik/kepala keluarga/bulan atau 60 liter/orang/hari, atau sebesar satuan volume lainnya yang ditetapkan Iebih lanjut oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sumber daya air”. Untuk kebutuhan air minum nasional data dari Departemen Pekerjaan Umum menunjukkan, bahwa kebutuhan air minum nasional sebanyak 272.107 liter per detik, sedangkan kapasitas air minum eksistingnya sebanyak 105.000 liter perdetik.

Standar kelayakan kebutuhan air bersih adalah 49,5 liter/kapita/hari. Untuk kebutuhan tubuh manusia air yang diperlukan adalah 2,5 liter/hari. Standar kebutuhan air pada manusia biasanya mengikuti rumus 30 cc per kilo gram berat badan per hari. Artinya, jika seseorang dengan berat badan 60 kg, maka kebutuhan air tiap harinya sebanyak 1.800 cc atau 1,8 liter. Badan dunia UNESCO sendiri pada tahun 2002 telah menetapkan hak dasar manusia atas air yaitu sebesar 60 ltr/org/hari. Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum membagi lagi standar kebutuhan air minum tersebut berdasarkan lokasi wilayah sebagai berikut :
a. Pedesaan dengan kebutuhan 60 liter/per kapita/hari.
b. Kota Kecil dengan kebutuhan 90 liter/per kapita/hari.
c. Kota Sedang dengan kebutuhan 110 liter/per kapita/hari.
d. Kota Besar dengan kebutuhan 130 liter/per kapita/hari.
e. Kota Metropolitan dengan kebutuhan 150 liter/per kapita/hari.

Pengambilan air tanah adalah setiap kegiatan pengambilan air tanah yang dilakukan dengan cara penggalian atau pengeboran untuk dimanfaatkan airnya dan untuk tujuan lain. Izin Pengambilan Air Tanah yang melalui cekungan air tanah lintas kabupaten wajib mendapatkan rekomendasi teknis terlebih dahulu dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi, Setiap pemegang izin pengambilan air tanah wajib memberikan air 10% (sepuluh persen) apabila diperlukan masyarakat. Pemanfaatan  air tanah dapat diperoleh tanpa izin apabila untuk Keperluan air minum dan rumah tangga yang kurang dari 100 m3 (seratus meter kubik) perbulan, pengairan pertanian rakyat dan kepentingan lain yang tidak komersial, Keperluan penelitian dan eksploitasi air tanah oleh instansi/lembaga pemerintah atau Badan Usaha Swasta yang telah mendapat izin dari instansi berwenang;

Air adalah kebutuhan pokok manusia dalam menjalani hidup, kondisi saat ini dimana kondisi air sungai sudah tidak bisa dimanfaatkan karena sungai-sungai di Karawang sudah hampir sebagian besar tercemar oleh limbah indrustri dan limbah rumah tangga yang sampai saat ini belum ada penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten Karawang, kondisi ini jika tidak diantisipasi sejak dini akan berdampak terhadap kondisi kebutuhan air bagi masyarakat yang saat ini pun sudah merasakan betapa sulitnya air ketika musim kemarau datang.

Sumber :
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Sumber Daya Air ;
- Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
- Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah ;
- Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1451/10/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Tugas Pemerintahan di Bidang Pengelolaan Air Bawah Tanah ;
- http://tapaklangit.blogspot.co.id/2009

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment