LENTERA TANPA MAKNA I



Dalam sebuah perjalanan sudah pasti ada dua sisi yang selalu menyertai, sebuah nilai akan terbangun jika kita konsisten dalam langkah dan komitmen dalam sikap, wadah sama namun terkadang pemikiran selalu menunjukan perbedaan, jika kita tidak bisa menyikapi sebuah perbedaan maka pastinya akan muncul sebuah perpecahan yang pada ujungnya akan membawa kita keluar pada sebuah konsistensi dan tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang menjadi niatan awal.

Perjalanan panjang telah menempa diri dimana sebuah konsistensi yang didasari niatan yang kuat akan sebuah kelestarian secara nyata setidaknya bisa menjadikan sebuah komitmen dalam bersikap, langkah demi langkah dalam sebuah perjalanan merupakan proses pembelajaran yang terus membimbing dan menjadi guru untuk membangun rasa dalam relung jiwa sebagai penuntun untuk menyampaikan dan menjalani nilai-nilai kehidupan yang lebih bermanfaat.

Kepercayaan adalah sebuah amanah yang bisa menjadikan kita celaka juga bisa membawa kita terbang tinggi, sikap konsistensi yang mengacu pada nilai mutlak dan hakiki ternyata tidaklah mudah di era seperti sekarang ini, butuh waktu dan butuh proses untuk semua ini yang terkadang tantangan datang dari dalam tubuh sendiri dimana jika kita tidak bisa mengendalikan diri maka semuanya hanya akan tinggal kenangan.

Terkadang ilmu yang dimiliki bisa menjadikan keegoisan tersendiri, pengetahuan yang dimiliki bisa menjadikan kita lupa akan nilai kebenaran yang sesungguhnya, itulah kenyataan hidup yang terkadang lupa akan realita karena dipenuhi sebuah cerita tanpa fakta sehingga pada akhirnya semuanya akan menjadi buta akan hakekat yang sesungguhnya tanpa mampu berbuat apa-apa untuk bumi tercinta.

Menancapkan niat itu adalah bagian dari sebuah rencana (Planning) namun niat tanpa realita hanyalah sebuah mimpi dalam sebuah tidur, kehidupan tidaklah bisa digambarkan dengan wacana namun harus disikapi dengan langkah nyata supaya bisa berkibar menjadi satu perbuatan yang bernilai manfaat bukan hanya dijadikan sebuah selogan catur tanpa bukur yang pandainya membicarakan sesuatu tanpa ada hasil yang didapat dari perbuatan nyata yang dilakukan. 

Niat hati terkadang tak sesuai dengan realita itu merupakan hal yang sering terjadi dan dialami oleh insan yang disebut manusia, antara realita dan fakta terkadang tak seutuhnya berjalan seiring kenyataan hidup yang ada sering berbenturan dengan kondisi sebenarnya, namun semuanya hanya sebuah perjalanan sementara dalam mengisi ruas-ruas kehidupan yang dibatasi oleh waktu mengingat kondisi saat ini jauh berbeda dengan kondisi masa lalu yang telah dilewati.

Keterbatasan yang dimiliki manusia adalah sebuah kudrattulloh karena dari kekurangan yang dimiliki manusia haruslah ditutupi dengan hal-hal yang bersifat positive dengan selalu membangun hablumminnalloh, hablumminnanas dan hablumminnalalam sebagai bentuk aplikasi diri dalam menjalani kehidupan yang terus berjalan, manusia dengan hakekatnya sebagai mahluk sosial sudah selayaknya terus menggali diri dan menggali nilai-nilai kehidupan sehingga mampu mengetahui secara nyata akan nilai manfaat dan nilai madharat dalam hidup ini.

Belajarlah dari apa yang dilihat, belajarlah dari apa yang dirasa, belajarlah dari seluruh komponen kehidupan baik yang tersurat maupun yang tersirat mengingat langkah demi langkah yang telah dan akan terlewati adalah bagian dari proses yang harus terus kita gali dan pelajari sebagai sarana pembelajaran diri untuk meraih tingkat rahmatanlilalamin.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment