BENCANA MENGINTIP KARAWANG

Banjir Pangasinan 2016, Doc. Pepeling Karawang

Waktu terus berjalan dan perkemangan kemajuan jaman mendesak pembangunan dimana-mana sehingga tidak terlihat bayang-bayang bencana yang akan terjadi akibat dari rusaknya alam, kehidupan hadir dan datang silih berganti dengan pergeseran letak dan wilayah kehidupan seperti yang terucap dari pepatah orang tua “mulih kajati mulang kaasal” bahwa kehidupan akan kembali ketitik awal, penomena kehidupan saat ini semakin mendekatkan akan kembalinya sebuah kehidupan ke asalnya mengingat manusia sudah tidak bisa memandang nilai-nilai manfaat untuk kehidupannya karena terselimuti oleh nafsu keserakahan duniawi dan kekuasaan dengan berujung menghalalkan segala cara dalam bertindaknya.

Karawang punya cerita, sejarah, mitos, kekayaan dan kebencanaan dan lainnya yang harus disikapi oleh seluruh masyarakat yang saat ini tinggal di Karawang, Karawang berada diantara garis cesar dan patahan yang harus disikapi secara serius, karawang memiliki kondisi wilayah yang berbeda dengan wilayah lain maka sudah selayaknya pemangku kebijakan lebih berfikir akan rencana pembangunan yang dilakukan mengingat sejarah masa lalu kelam yang pernah menimpa Karawang sangat luar biasa, hal tersebut seharusnya dijadikan bahan dalam membuat konsep tata bangun berkelanjutan khususnya untuk Kabupaten Karawang.

Kondisi alam yang semakin hancur saat ini seudah memberikan gambaran akan betapa dahsyatnya bencana yang mengintip dan yang akan terjadi menimpa karawang, dari mulai akibat gempa karena sejak 1960 sudah 13 kali gempa kecil diwilayah admintrasi Karawang ditambah dengan bencana banjir walaupun baru sebagian kecil saja wilayah kehutanan kuta tandingan rusak dampaknya sudah begitu terasa oleh masyarakat apalagi jika pembangunan bandara, kereta cepat, MRT, dan lainnya sudah dibangun maka masyarakat harus bersiap-siap menjadi korban atas kebijakan yang lebih mengedepankan kepentingan investasi asing.

Hampir sebagian wilayah karawang selatan saat ini dikuasai oleh mereka yang berduit untuk selanjutnya pastinya akan menjadi wilayah yang dihabiskan tanpa pandang bulu mengingat mereka tidak pernah berfikir akan nilai kelestarian dan nilai sejarah serta nilai-nilai lainnya, yang ada dalam otak mereka hanyalah bagaimana caranya investasi dan mendapatkan untung sebesar-besarnya supaya bisa kaya dan bisa membeli pemerintah dengan mengatur kebijakannya, kenyataan ini yang saat sedang terjadi di Kabupaten Karawang dimana alam karawang dihancurkan dengan dalih investasi untuk kesejahteraan masyarakat Karawang.

Jika bencana semakin besar itu memang pasti terjadi tinggal menunggu waktu mengingat kondisi alam sudah semakin tergerus oleh kepentingan, dilain sisi pemerintah tidak mampu menjadi filter bahkan menjadi fasilitator atas kondisi kerusakan yang terjadi, hutan semakin habis yang padahal ada kehutanan dan Perhutani, sungai yang semakin menyempit karena abrasi dan pendangkalan padahal ada BBWS, ditambah dengan tidak bisanya pemerintah bertindak atas pelanggran-pelanggaran lingkungan yang selama ini terjadi maka karawang benar-benar sudah di intip bencana baik itu bencana alam maupun bencana sosial karena diakibatkan oleh ulah manusia juga yang tidak memiliki jiwa dan rasa akan nilai-nilai kehidupan.

Kehancuran gunung dan kehancuran Karst yang merupakan penyangga akan sangat fatal jika hal tersebut terus dibiarkan, mengingat kehidupan bukan hanya saat ini yang dirasakan namun akan dirasakan oleh generasi-generasi yang akan datang yang menjalani kehidupan setelah generasi saat ini, kehidupan hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan diwariskan kembali kepada generasi yang akan datang. “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,” (QS.Qaaf(50):6-7)

Jatiluhur adalah salah satu dari bahaya yang sudah mengintip kabupaten karawang, jika penyangga rusak dan kondisi alam hancur bukan tidak mungkin bendung jatiluhur akan jebol mengingat bendungan jatiluhur adalah buatan manusia yang sudah barang tentu ada batas ketahannya, selain itu bahaya yang sangat ditakutkan oleh para sepuh dimana adanya gunung merapi purba yang berada dibawah tanah karawang selatan yang sewaktu-waktu bisa menjadi pemicu akan terjadinya bencana maha dahsyat yang akan menimpa Karawang dan sekitarnya, hal ini yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah dalam melakukan konsep pembangunan di Kabupaten Karawang bukan asal bangun seperti sekarang ini.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42).

Belajar dari pengalaman masa lalu itu sangat penting mengingat penyesalan itu datangnya tidak didepan namun akan datang setelah terjadi, tuhan telah mencipakan alam ini untuk mimanfaatkan, ditata dan dikelola dengan ketentuan semetinya bukan dihancurkan, karawang kaya akan nilai sejarah, nilai kepurbakalaan, nilai budaya dan nilai kearifan lokalnya kenapa bukan itu yang dikelola, ditata dan dibangun kesadaran masyarakatnya akan nilai-nilai tersebut sehingga bisa menjadikan nilai berharga untuk diwariskan bukan dijadikan objek investasi berbasis pembangunan indrustri yang secara nyata menghancurkan alamnya  dan menimbulkan bencana berkelanjutan. 

Karawang yang memiliki icon lumbung padi kini tergantikan menjadi lumbung indrustri, lumbung manusia dan lumbung perumahan tanpa disadari itu juga menjadi pemicu konflik sosial seperti yang saat ini terjadi karena tidak memperhitungkan daya tampung dan daya dukung yang ada, kini bisa dilihat siapa yang menikmati kekayaan karawang, masyarakat karawang kah atau orang asing yang punya perusahaan yang difasilitasi pemerintah ? fakta nyata bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Karawang atas apa yang saat ini dialami, maka awali dari diri sendiri untuk memahami betapa pentingnya kelestarian alam dan awali untuk memahami bahwa manusia tak akan bisa hidup tanpa alam.
rahayu...
#selamatkan_alam_karawang
#pepelingkarawang

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment