MIMPI ANAK DESA (Part 2)

Sungai Cibeet

Lanjut dalam mimpiku aku melihat tempatku yang tengah dijadikan sebagai zona kota yang sangat luar biasa yang dijadikan kota megapolitan yang tidak ada duanya, aku tidak melihat sampah, taman-taman yang indah dengan semua bangunan mengacu akan keramah lingkungannya, sarana tranfortasi kelas dunia, semua pelayanan sudah menggunakan electrical goverment, kemegahan pasar serta seluruh tempat tertata dengan kemoderenan, jalan-jalan yang begitu apik yang tidak disertai banyaknya kendaraan parkir dipinggirnya karena penataan parkirpun sudah sangat baik bahkan lebih baik dari jerman punya, benar-benar sebuah kota megapolitan yang tidak ada tandingannya sampai aku enggan terbangun melihat penataan kota yang sangat luar biasa tersebut.

Dalam mimpiku aku melihat zona selatan dijadikan sebagai daerah yang hijau, daerah resapan, daerah konservasi, dengan nilai-nilai sejarah dan budanya serta kearifan lokalnya yag dijaga dengan baik, aku melihat daerah tempat aku tinggal punya kebun raya, punya mekarsari 2, punya wisata kebun buah-buahan bahkan hampir seluruh wilayah yang berada didaerah zona selatan dijadikan sebagai Desa dengan konsep kelestarian lingkungan dan dijadikan sebagai Desa Wisata kunjung, dalam mimpiku itu aku merasakan sebuah kedamaian dan ketenangan yang sangat luar biasa, Aliran air mengalir dengan jernihnya, pohon-pohon berdiri dengan tinggi dan gagahnya yang siap melindungi seluruh wilayah tengah dan utara, bahkan ternyata dapat mengahsilkan PAD yang sangat luar biasa baik itu dari sektor pariwisatanya dan tidak sedikit wilayah lain dan negara lain yang berani bayar untuk ketahan oksigen, benar-benar jadi paru-paru Jawa Barat.

Dalam mimpiku kulihat begitu banyak orang yang berduyun-duyun ingin melihat tempatku dari semua sektor yang ada, bahkan semua yang ada diwilayahku dapat menghasilkan sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk daerahku, aku sangat bangga tempatku dikenal orang diseluruh nusantara bahkan dunia karena penataannya dan pengelolaannya, bukan wilayahku terkenal dengan banyaknya industri namun banyak juga pengangurannya, bukan terkenal dengan kerusakan alamnya tapi wilayahku tidak mendapkan apa-apa, dalam mimpiku wilayahku terkenal dengan penataannya yang baik, terkenal dengan penegakan aturan yang luar biasa, terkenal dengan pertaniannya, terkenal dengan budayanya, terkenal dengan kearifan lokalnya dan terkenal dengan pariwisatanya.

Kata orang sih..,! mimpi itu adalah sebuah bunga dalam dalam tidur, ya biarlah.. yang penting aku bisa merasakan sebuah kedamaian, kenyamanan dalam hidup walaupun hanya sebatas dalam mimpi karena aku selalu punya sebuah keyakinan suatu hari nanti pasti tempat yang aku tempati ini akan menjadi luar biasa seperti dalam mimpiku.,, itu juga tergantung ada engga peimimpin diwilayahku yang mau menjadikan tempatku seperti itu., namun aku juga selalu punya keyakinan bahwa sipapun pemimpin yang memimpin wilayahku dan dia tidak amanah dengan tujuan yang tidak baik maka dia tidak akan lama baik memimpin maupun menjalani hidupnya.

Aku memimpikan diwilayahku seorang pemimpin yang memiliki hati seperti “sanghiyang widiwasha” yang berjalan sesuai dengan tata aturan sesuai dengan widi atau ijin washa dari yang maha kuasa jadi setiap langkahnya akan selalu berpegang pada koridor hukum baik yang bersifat hukum dunia maupun hukum akherat, selain itu seorang pemimpin yang kuimpikan berikutnya adalah yang bersifat “siliwangi” yang mampu menjaga dirinya dengan keharuman yang semerbak karena perbuatan baiknya yang dia lakukan selama menjadi seorang pemimpin dia benar-benar menjalankan wujudnya sebagai manusia yang Rahmattanlilallamin.

Mimpi-mimpiku terus berlalu mengiringi setiap tidurku, aku terasa berjalan diantara sisa-sisa kerajaan masa lalu yang terkubur karena waktu, yang hilang karena alam, dalam mimpi itu aku berjalan tanpa ragu, kutersenyum tanpa malu, karena sambutmu akan kehadiran sang pemimpi, lorong waktu yang begitu panjang sehingga aku dapat menemukan kembali dengan sebuah kondisi yang berberda dan tantangan dunia yang harus dihadapi, sebuah langkah pikir yang muncur diantara tidur dan mimpiku disisa jagaku yang sering tertidur malam.

Aku berjalan diantara instana-istana masa lalu dan terkadang aku berdiri diatas sebuah peradaban tempo dulu yang kurun waktunya sulit untuk dihitung karena belum ada waktu, kulihat sebuah benteng yang memanjang dengan sebuah keniscayaan, gunungan-gunungan kecil yang kulewati adalah sebuah bukti dan fakta sejarah masa lalu yang tersimpan dalam sebuah tatanan kehidupan sekarang dan akan terukir dalam dindinding catatan dunia hingga akhir jaman nanti. Kagetnya diriku saat aku terbangun dari tidurku dan sebenarnya aku ingin melanjutkan mimpi itu, namun waktu sudah tidak mendukung..,, aku terjaga dari tidurku untuk melakukan aktifitas seperti biasa dengan menjalankan kewajiban untuk bekal melangkah menyusuri mimpi dan membukanya menjadi sebuah fakta yang nyata.





Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment