MIMPI ANAK DESA (Part 1)

Saat ku berdiri diatara panas matahari yang menyegat kurasakan begitu menyegatnya panas matahari sampai kepori-pori, kupandangi sekeliling dengan kesilauan dan nampak jelas bentangan sawah yang hanya tinggal menunggu waktu, gedung yang tinggi menjulang nampak ditempat kuberdiri yang dihias dengan rentetan pabrik yang terus menjamur, terkadang aku berfikir apakah ini semua yang menyebabkan panas sampai ke pori-pori itu ?

Mungkin banyaknya industri, pengrusakan hutan, limbah, tercemarnya udara adalah alasan yang bisa menjadi penyebab panas yang begitu menyengat, ditambah dengan suhu yang relatif terus meningkat mungkin juga ini salah satu dari faktor yang mengakibatkan ketidakstabilan cuaca yang terjadi saat ini. Namun walaupun bagaimana apa yang bisa aku perbuat ? mendingan aku diam seribu basa dibawah genting rumah idaman sehingga aku dapat menghindari sinar matahari yang menyengat.

Aku sering termenung diantara malam yang tidak pernah sunyi dari deru kendaraan besar yang melintas, akankah tempat yang aku dimana aku tinggal ini akan seperti ini selamanya ? sungguh sangat membingungkan, aku membayangkan dan mendambakan tempat dimana aku hidup ini menjadi tempat yang indah, yang tertib, yang nyaman dengan segala bentuk yang ada tertata dan terkelola dengan baik sehingga semuanya enak untuk dipandang mata serta nyaman dirasakan dihati.

Saat aku tertidur aku bermimpi, tempat ini menjadi tempat yang sangat indah dengan pengaturan dan penataan yang sangat luar biasa, tempatku dibagi menjadi tiga zona, yang pertama wilayah utara dijadikan zona pertanian khusus dengan dengan acuan kolaborasi antara pertanian tempo dulu dengan pertanian yang modern dan semunya berbasis pengelolaan masyarakat setempat dengan diatur oleh regulasi oleh pemerintahan yang bijak, siapapun pemiliknya semua dikerjakan oleh masyarakan dengan controling pemerintah dan semua hasil dimanfaatkan untuk kepentingan umum dengan acuan yang sudah dibuat pemerintah dengan konsep kemandirian pangan sehingga benar-benar tercipta didalam mimpiku jati diri sebagai kota lumbung padi.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment